Penjelasan SDLC (System Development Life Cycle) - Catatan Kuliah

Kamis, 10 November 2022

Penjelasan SDLC (System Development Life Cycle)

foto dari rembangkab.go.id

 

Apa itu System Development Life Cycle (SDLC)? 

 

Jika diterjemahkan dalam Bahasa Indonesia, SDLC berarti Siklus Hidup Perkembangan Sistem. SDLC merupakan siklus yang digunakan dalam membuat atau mengembangkan sistem informasi, yang ditujukan untuk memecahkan masalah secara efektif. SDLC memastikan sistem informasi yang dibangun dapat berjalan sebagaimana mestinya. 


Metode SDLC mencakup proses pembuatan dan pengubahan sistem, model dan metodologi yang digunakan dalam mengembangkan sistem rekayasa perangkat lunak. Dengan metode SDLC, developer dapat mengukur dan menignkatkan proses pengembangan dengan lebih efektif karena memungkinkan analisis setiap detail tahapan proses secara rinci.

 


Fungsi dan Manfaat SDLC 

 

Jika dilihat dari berbagai sisi, System Development Life Cycle mempunyai fungsi sebagai sarana komunikasi antar tim developer dan client. SDLC juga membagi peranan dan tanggung jawab yang jelas antara pengembang, desainer, analisis bisnis, dan manajer proyek. Sealin itu, SDLC juga dapat memberikan gambaran input dan output yang jelas dari satu tahap menuju tahap selanjutnya. 


SDLC merupakan proses yang memproduksi suatu software berkualitas dengan biaya yang rendah. Sebagaimana SDLC bekerja menurunkan biaya pembangunan software sambil memperbaiki kualitas dan mempersingkat waktu produksi untuk menghindari cost yang terlalu besar, engineer akan meminta feedback dari end-user.

  


Tahapan Kerja SDLC

foto dari google

 

Tahapan kerja SDLC bertujuan untuk menghasilkan sistem berkualitas yang sesuai dengan ekspektasi klien atau para pengguna. Dimana SDLC akan mendapatkan sebuah tujuan dengan mengikuti panduan rancangan yang dibuat oleh klien. Sebagai pola yang diambil untuk mengembangkan sistem software, SDLC memiliki tahapan seperti planning, analysis, design, implementation, testing, dan maintenance

 

1.    Perencanaan Sistem (Planning)

Perencanaan SDLC lebih menekankan pada aspek studi kelayakan pengembangan sistem. Beberapa kegiatan yang dilakukan dalam perencanaan sistem ini meliputi;

·      Pembentukan dan konsolidasi tim pengembang

·      Mendefinikasan tujuan dan ruang lingkup pengembangan

·      Mengidentifikasi apakah masalah-masalah yang ada bisa diselesaikan melalui pengembangan sistem

·      Menentukan dan mengevaluasi strategi yang akan digunakan dalam pengembangan sistem

·      Menentukan prioritas teknologi dan pemilihan aplikasi

 

2.    Analisis Sistem (Analysis)

Sistem akan dianalisis mengenai bagaimana dan seperti apa acara kerjanya. Hasil analisa dapat berupa kelebihan dan kekurangan dari sistem, fungsi sistem hingga pembaharuan sistem. Berikut tahapan yang dilakukan;

·      Melakukan studi literatur untuk menemukan suatu kasus yang bisa ditangani oleh sistem

·      Brainstorming dalam tim pengembang mengenai kasus mana yang paling tepat dimodelkan dengan sistem

·      Mengklasifikasikan masalah, peluang dan solusi yang mungkin diterapkan untuk kasus tersebut

·      Analisa kebutuhan pada sistem dan membuat batasan sistem

·      Mendefinisikan kebutuhan sistem

 

3.   Perancangan Sistem (Design)

Ketika developer perangkat lunak mendesain software, maka tahapan ini akan menghasilkan beberapa output. Output yang dihasilkan berupa desain, pola, serta komponen yang dibutuhkan dalam membuat proyek tersebut.

Berikut tahapan yang dilakukan;

·      Merancang skema database

·      Merancang user interface

 

4.    Implementasi Sistem (Implementation)

Tahapan ini mengimplementasikan rancangan dari tahap-tahap sebelumnya, dan melakukan uji coba. Kegiatan yang dilakukan meliputi;

·      Pembuatan database sesuai skema rancangan

·      Pembuatan aplikasi berdasarkan desain sistem

 

5.    Pengujian Sistem (Testing)

Sistem yang sudah dibuat akan dilakukan pengujian (debugging) terlebih dahulu sebelum digunakan. Tujuan pengujian dilakukan untuk mengetahui apakah sistem sudah berjalan dengan baik atau masih ada yang perlu diperbaiki sebelum siap diluncurkan.

 

6.    Pemeliharaan Sistem (Maintenance)

Tahapan akhir ini dilakukan untuk menjaga sistem agar tetap bisa beroperasi secara optimal.

 

 

Kesimpulan

System Development Life Cycle (SDLC) merupakan serangkaian proses dalam menghasilkan sebuah program atau perangkat lunaj dari awal hingga siap digunakan. Dengan mengikuti tahapan-tahapan SDLC maka tim pengembang dapat bekerja dengan lebih terorganisir, terstruktur, dan terkontrol sehingga dapat menghasilkan produk akhir yang berkualitas tinggi.

 

 

 

 

Sumber Referensi :

-          - BMP EKMA4434 Modul 5 (Hal 5.10 – 5.11)

-          - dicoding.com/blog/metode-sdlc

-          - toghr.com/system-development-life-cycle

-          - accounting.binus.ac.id/2020/05/19/memahami-system-development-life-cycle